Castor & Pollux

Dalam mitologi Yunani Kuno, ada dua bersaudara yang paling terkenal, Castor dan Pollux yang dikatakan menghabiskan separuh waktu di Olympus dan separuh waktu di bumi. Meski bersaudara mereka tidak berasal dari ayah yang sama. Castor adalah anak Leda dan Tyndareus sementara Pollux adalah anak Leda dengan Zeus. Karena itulah terkadang mereka disebut Discoury (putra Zeus) dan terkadang Tyndaridae (putra Tyndareus)

tumblr_n255vyiUDa1tuzdv6o1_1280.jpg

Mereka hidup sebelum pecah Perang Troy -pernah dengar kisah Kuda Troya yang terkenal- dan terlibat dalam kisah perburuan babi di Calydonian dan ekspedisi Jason’s Golden Fleece atau pencairan bulu domba emas. Namun peran mereka tak pernah benar-benar penting sebelum kisah kematian Castor, dimana Pollux memohon agar nyawanya juga diambil akibat kesedihan mendalam. Atas dasar kasihan, Zeus membagikan keabadian yang dimiliki Pollux untuk menghidupkan kembali Castor, membuat mereka menjadi setengah dewa. Ada dua kisah tentang hubungan Castor dan Pollux, dan aku memilih yang lebih sesuai dengan topik inti artikel ini.

Lucian, seorang penulis, menceritakan tempat tinggal mereka adalah di bumi dan langit. Saat Pollux ada di langit, Castor akan ada di bumi begitu juga sebaliknya, karena itu mereka tak pernah terlihat bersama-sama. Apollo pernah bertanya pada Hermes akan hal ini, “Mengapa kita tak pernah melihat Castor dan Pollux bersama?”

“Mereka saling menyayangi satu sama lain. Saat takdirnya satu harus mati sementara yang lain abadi, mereka memutuskan untuk membagi keabadian itu.” Jawab Hermes. Atas hal inilah mereka menjadi simbol -dalam versi lain, adalah pemilik- dari Bintang Kembar atau Gemini dalam konstelasi bintang. Penulis epik Illiad dan Odyssey, Homer menggambarkan Castor dan Pollux menunggangi kuda putih, terkadang Castor berada di atas Pollux.

CastorPollux

Nah, mungkin pada bingung kenapa topiknya adalah sekilas kisah mengenai Castor dan Pollux. As usual, ujungnya pasti kembali mengarah ke ngidol kok. Kali ini sehubungan dengan penampilan perdana BABYMETAL di TV Amerika, dimana Suzuka Nakamoto telah mencapai achievement yang secara teori tak akan pernah bisa disamai oleh kakaknya sendiri, Himeka. By any means ini adalah komparatif yang sesuai dengan kisah Castor dan Pollux.

Himeka adalah Castor yang digariskan menjadi anak manusia sementara Suzuka menjadi Pollux yang faktanya adalah anak Zeus. Grup mereka sendiri bisa dikatakan ‘ayah’ mereka, Castor (Himeka) dengan Tyndareus (Nogizaka46) sementara Pollux (Suzuka) dengan Zeus (BABYMETAL). Dari garis darah sudah jelas, genre J-Pop idol group tak akan pernah lebih populer dari genre Metal di mata umum. Sekalipun berbeda, aku tak pernah meragukan rasa sayang diantara Himeka dan Suzuka akan kalah jika dibandingkan Castor dan Pollux. Mereka juga sejauh ini tak pernah terlihat bersama baik secara on-air maupun off-air. Meskipun wajar karena interaksi sekecil apapun bisa menjadi heboh di industri entertaiment.

Kita bisa saja menjadi Apollo yang mempertanyakan hubungan Castor dan Pollux, namun lebih baik jika kita bisa menjadi Hermes yang bisa menjawabnya. Jika aku adalah Himeka, tentu aku akan selalu kepikiran dengan semua yang sudah dicapai Suzuka, oh well, mustahil ada yang tak berpikir demikian. Melihat adiknya membuat penampilan pertamanya di TV Amerika sementara bahkan dirinya sendiri tak bisa tampil reguler di acara TV idol tengah malam? Padahal mereka bekerja di bidang yang sama.

Dilihat dari sudut pandang awam, kita hanya akan melihat Himeka sebagai kakak dari SU-Metal, titik. Tak peduli sebaik apapun progress Himeka bersama Nogi, tetap saja dia bukan management darling dan harus hidup di Underworld -tak ada yang lebih cocok, karena Castor juga dibawa kesana saat dia mati. Membicarakan kematian, ini juga menjadi concern untukku akhir-akhir ini. Aku mulai kepikiran dengan prospek Himeka akan grad tepat saat umurnya 20 tahun, karena mungkin saja dia akan merencanakan saat itu sebagai awal yang baru.

Apalagi didorong dengan sukses Suzuka, bisa saja dia sudah sangat ingin mencoba jalan yang baru. Meskipun pribadi aku masih ingin dia bertahan, jika bicara realitas, selalu sulit untuk menghadapinya dengan senang hati. Sudah takdirnya bahwa Castor akan selalu ada dibawah Pollux, bahkan bintang paling terang di konstelasi Gemini juga dinamakan Pollux. Namun satu hal yang masih pasti, Tyndareus ayah Castor juga adalah raja Sparta. Aku masih melihat semangat juang seorang Sparta dalam diri Himeka dan fanbasenya meskipun sudah 7 kali berturut-turut gagal masuk senbatsu.

Dan kembali lagi, Pollux merelakan separuh keabadian demi Castor. Meski aku tak mengharapkan Himeka secepat itu ‘mati’, hubungan diantara Himeka-Suzuka dan Castor-Pollux adalah hubungan saudara yang unik jika dilihat dari satu sudut pandang.

All image used is credited to it’s respective owners.

Advertisements

8 Comments

  1. Ngenes ya klo bayangin Himetan,

    Himetan, “tak bisa tampil reguler di acara TV idol tengah malam”, ngenes
    Himetan tampil di majalah Jepang, adeknya tampil di majalah luar jepang.. T.T

    Dan ane baru tau klo himetan pengen jadi seiyuu..
    Mudah2an gk cepat2 gradlah si Beam satu ini

    Like

    1. Yah mudahan2 aja nasib Himetan gk kyk spartanya ‘300 spartans’, udah berjuang habis2an tpujungnya tetep ngenes

      Like

    2. Loh loh, ane itu seumuran dengan Hirate alias anak abad 21
      dan
      ane juga seimut Himetan…

      Conan Beeeeeeeeeeeammmmmuu~~~~

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s