Sakamichi Review : MV of XV & II

Keyakizaka46’s 世界には愛しかない  review added!

Tanggal 8 Juli kemarin Nogizaka46 baru saja merilis MV untuk 15th single, 裸足でSummer/Hadashi de Summer. Untuk Sakamichi Review kali ini, aku akan membahas MV ini. Dan karena ini Sakamichi Review, selanjutnya akan kutambahkan dengan MV dari Sekai ni wa Ai Shikanai jika sudah rilis.

Tanggal 12 Juli, MV untuk 世界には愛しかない/Sekai ni wa Ai Shikanai rilis. Check it below for review. MV ini membuatku meningkatkan konsumsi sesuatu yang tak sehat karena cukup membuat headstratching.

Nogizaka46 裸足でSummer

裸足でSummer
Dari storyline, tak ada yang bisa dikatakan. Sepertinya hanya member menjadi hippies yang sedang dalam liburan. Dan harus kukatakan, aku sedikit kehilangan momen drama seperti saat Girl’s Rule, setidaknya bisa memberi gambaran ceritanya.

Saat MV secara garis besar hanya menggambarkan suasana fun ‘n party khas summer, termasuk hitchhiking dan fireworks, ada simbolis yang kutangkap. Dan ini berkaitan dengan center kali ini, Ashurin.

Pertama adalah scene pembukaan, dimana Ashurin berada di sebuah rooftop dengan menggunakan kostum a la manusia burung. Ini mungkin simbolik dari awal mula penyerahan tongkat estafet Nogi pada young’uns mereka. Er, I hope…

Kenapa masih awal mula? Masih ada lanjutannya di scene paling dikeluhkan, pantai yang berwarna coklat berkesan muddy. Kupikir ini menandakan bahwa young’uns Nogi masih belum menunjukkan potensi untuk menyamai mereka yang staple sebagai Fukujin.

Lanjut ke scene saat Ashurin duduk di kursi di tengah pantai. Ini seolah mengatakan bahwa manajemen akan memberikan tanggung jawab utama sebagai penerus tongkat estafet pada Ashurin. Juga melambangkan bahwa selain dia tak ada young member lain yang mampu melawannya saat ini.

Simbologi dari segi fashion, dalam kebudayaan Native American, mahkota bulu elang adalah simbol kepala suku. Sebenarnya ada satu lagi, pakaian bulu elang adalah simbol prajurit tertinggi di kebudayaan Amerika kuno, hanya saja aku tak ingat apa itu dari kebudayaan Aztec, Inca, Maya, atau Indian. Dan dua aspek ini digambarkan dengan baik oleh Ashurin yang memakainya. Simbologi sebagai center, nothing less.

Dan jika mataku belum salah, ada satu lagi yang mengisyaratkan sesuatu. Hanya saja kuharap aku salah menangkap…

Untuk dance, aku penasaran bagaimana saat live performance nanti. Apa penggunaan kursi akan tetap dipakai? Jika ya, akan menjadi koreografi yang sangat menarik. Aku ingin mereka memaksimalkan utilisasi kursi, karena jika melihat scene-to-scene, rasanya dance kali ini plain saja tanpa sesuatu yang spesial.

Selain itu, kostum kali ini sangat hippy, seperti umumnya pada akhir ’60, tepat sebelum era flower generation. Harus kuakui pertama kali melihat MV ini aku kira mereka menggunakan kostum Indian karena baru saja selesai membaca kisah Sitting Bull.

Dan sejujurnya, aku kurang begitu menyukai konsep hippies ini. Sebagian karena aku sendiri tak begitu menyukai budaya hippies, meski awal mulanya juga melibatkan Beatles. Bagiku hippies…ah sudahlah. Terlalu panjang dan rumit ceritanya.

Untuk scenery, secara umum memanjakan mata. Hutan dan rumah pohon yang teduh, hitchhiking scene dengan dua mobil klasik, Volkswagen Kombi 1960 dan mungkin MG TC/TD 1949 atau tipe dari Mercedes, Morgan, atau Austin. Sepertinya aku bisa mencoret Alfa Romeo 6C 1929, this car cost a fortune.

Dan yang benar saja, convertible roadster untuk hippies? That means hoboes used Ferrari, and the monarchy used Lada.

Keluhan terbesar tetap pada scene pantainya yang terkesan muddy. Setidaknya mereka bisa memilih pantai dengan warna pasir putih agar tak terlalu suram. Dan bird-eye view juga terlalu jauh, membuat member terlihat terlalu kecil.

Untuk distribusi screentime, meski tak bisa dibilang terpikul rata, masih bagus. Di scene dance di pantai, tetap saja tak terlihat tapi di non-dance scene terbilang cukup mendapat waktu.

Overall, MV ini cukup baik. Tanpa storyline yang membingungkan seperti Harujion ga Saku Koro, meski masih jauh dari Girl’s Rule atau bahkan Taiyou Knock. Summer-ish MV yang standar dan staple, tapi bisa dikatakan menawarkan sesuatu yang baru.

Keyakizaka46 世界には愛しかない

Untuk storyline sepertinya memang bukan hal utama dalam MV Keyakizaka46. Antara ini atau memang butuh pencernaan yang kuat untuk memahami artinya. Bagiku MV ini seperti dua MV yang dipotong dan dijadikan satu. Satu MV dengan storyline dan satu MV performance.

Di scene pembukaan, Tecchi terlihat sedang berada di sebuah aula dengan set kursi seperti umumnya yang terlihat dalam upacara kelulusan di Jepang. Dan kemudian, dia berteriak seperti frustrasi -dan kemudian, yang melihat MV ini menggunakan earset juga akan ikut frustrasi mendengar dia mendadak berteriak, believe me-

Kemudian monolog yang membuat single ini berbeda, Tecchi, Neru, dan Zuumin. Juga membuat ini menjadi bagian paling questionable dari lagu maupun MV. Sejujurnya, aku tak mengerti tentang ini. Monolog pertama milik Tecchi wajar karena dia center, dua orang berikutnya yang tak masuk akal.

Untuk Neru, meski aku sangat menentang dia masuk senbatsu ditambah that nonsensical kennin thing, aku masih cukup mengerti kenapa dia mendapat bagian monolog kedua. Satu; kemungkinan manajemen benar-benar ingin membuat image antara K & H sebagai dua entitas berbeda sehingga monolog Neru sebagai kennin dari H memang masuk akal. Dua; they love controversy, because controversy creates cash.

Justru Zuumin yang tak kumengerti. Dia digeser ke ujung front row, tapi malah diberi bagian yang cukup penting seperti ini. Dan dia cukup memiliki peran di MV, sesuatu yang cukup enigmatic. Tambah lagi dia dan Miyu juga mendapat scene yang entah hanya kebetulan atau memang mengandung pesan, saat mereka berlari dari sekolah dan menyeberang jembatan.

Monolog keempat menjadi milik Miyu, satu tridenté yang ditendang ke 2nd row, menunjukkan bahwa manajemen belum menyerah dengannya. Di monolog kelima adalah Yuuka, semakin membuat kesan bahwa dia sudah Terpilih. Apa akan ada twist di akhir, we’ll see… Karena mustahil hal seperti ini tidak memiliki pesan di baliknya.

Untuk koreografi aku tak bisa bicara banyak karena ini hanya MV, namun dari live pertama aku bisa mengatakan ini tak menjatuhkan ekspektasi setelah SiMa. Dan sekali lagi setelah kursi di MV Hadashi de Summer, kita menemukan satu hal yang harusnya digunakan dalam live: payung.

Ada juga bagian yang mengingatkan pada Charlie Chaplin, tapi bukan itu saja. Pemakaian payung jauh lebih intens dibandingkan kursi di Hadashi de Summer dan berhasil membuat koreografi yang jauh lebih eye catching. Sekarang tinggal berharap mereka benar-benar akan menggunakan payung di live.

Untuk fashion, I’m begin to sick with tartan, kali ini menggunakan rok motif tartan yang cukup apik dipadu kemeja putih. Yah daripada all-tartan seifuku milik Nogi, ini lebih enak dilihat. Ditambah dasi berwarna maroon juga menambah variasi pada rok yang sangat mirip dengan motif dan warna seifuku Hadashi de Summer.

Penggunaan seifuku putih juga menjadi angin segar sekaligus menambah keunikan di MV ini. Di SiMa, Keyaki menggunakan seifuku Code Geass itu dimanapun termasuk di MV karena mereka tak memiliki seifuku lain, lain cerita kali ini. Meski terkesan setengah-setengah dalam penggunaan. Dua MV kah sebenarnya ini?

Untuk scenery, MV ini tak kalah memanjakan mata dari Hadashi de Summer. Dari informasi, MV diambil di Hokkaido, tak heran pemandangannya indah. Wind turbines and green hill, seperti menegaskan apa warna Keyaki, eh?

Jika diatas aku mengatakan penggunaan drone di MV Hadashi de Summer tidak memuaskan, kali ini aku meralatnya: Sekai ni wa Ai Shikanai jauh lebih buruk dalam penggunaan drone! Terlalu jauh dalam jarak, apalagi ditambah background seperti gigantic wind turbines, member terlihat seperti butiran nasi yang tercecer di atas karpet hijau. Akan lebih baik jika mereka menggunakan konsep 360º, we are entering VR age now, by the way.

Seeing them?

Distribusi screentime menjadi minus terbesar disini. Aku tak akan terlalu mengeluhkan ketidakjelasan 3rd row, sebelumnya aku sudah mengatakan bahwa dengan 11 member di dua row depan, mustahil mereka naik kelas dari backdancer.

Tapi yang paling membuat kesal, bahkan 2nd row dipotong habis. Perlu mata elang untuk melihat Mizuho, Aka, dan Yuipon disini. Bukan karena Aka sulit dilihat aku bilang begini, tapi karena perbedaan yang terlalu besar antara mereka bertiga dengan Yuuka, Neru, dan Miyu sebagai sesama 2nd row.

Ditambah lagi aku kecewa karena Mona dan 2Watanabe sama sekali tak terlihat sebagai front row, kecuali satu dua kali mereka mendapat one-shot. Well, sebenarnya mereka mendapat screentime yang bagus, hanya saja kalah dengan bagian monolog.

Mona mendapat scene yang cukup heboh dengan berpegangan tangan dengan pemeran pria -where’s my revolver-, sementara Berika cukup banyak sebagai pelukis di MV ini. Berisa? Entahlah, aku hanya melihatnya dua kali dan dia menangis di dua kesempatan itu.

Untuk MV dengan setting sekolah, aku merasa skenario ini: Mona dan Miyu menyukai seseorang yang sama dan bersaing. Mona yang menang, dan terlihat setelah scene monolog Miyu dia melihat Miyu dengan rasa bersalah. Zuumin yang di pihak Miyu membawanya pergi setelah itu.

Di sisi lain, scene Berisa yang menangis mungkin karena dia (yang aku yakin di pihak Mona) merasa sedih kehilangan sahabatnya. Dan skenario ini berakhir ngambang, karena setelah ini set beralih ke padang rumput.

Overall, aku menunggu apa akan ada story driven MV dari Sekai ni wa Ai Shikanai, karena semua terasa menggantung disini. Dari segi koreografi, top, two thumbs up, Takahiro Ueno. Set yang dipilih juga oke. Untuk lagu, nantikan seri Sakamichi Review selanjutnya!

All images used is credited to it’s respective owners

Advertisements

46 Comments

    1. Lagian, ane mikirnya, ya semuanya khas hippies yang aslinya juga begini modelnya. Apalagi yang mau dibahas. .

      Yah…berkaitan sama peran dan penerus sih…tapi ya…kali aja ane salah.

      Like

    2. Ya gk ada tebak2an gitu kenapa harus sayurin sama bini ane y gbeda, pdahal disitu ada maiyan, ada misa…

      jgn takut salah, manusa adlah tempatnya kesalahan… jamaah oh jamaahhh 😀

      Like

    3. Satu kalimat: keburu males setelah nulis hippies. Gak ada alasan spesifik juga kayanya.

      Iye, iye. Tapi kalo ada yang bisa nebak scene mana yang ane maksud baru deh ane bahas.

      Like

    4. Ah itu lagi alasannya.. coba aja yg dikasih baju gitu si Yumi, atau dedek2nya, pasti di bahas…

      ini review atau postingan tebak2an? 😀

      Like

    5. Enggak, emang hippies is not my style. Lain cerita kalo kostumnya hip-hop atau futuristik.

      Ya, scene yang ane maksud ada gambarnya diatas, simbologi inti masalahnya juga udah. Coba aja tebak.

      Like

    6. “eh emang ia?” apanya?

      jgn bikin ane tidur gk nyenyak makan gk kenyang lah, pake rahasia2an segala

      Like

    7. Ane gak tahu MV grup yang dimaksud itu, udah gak pernah liat sih.

      Yah, karena ane sendiri ngarep ane salah tangkap, ya udah nunggu kalo ada yang bisa nebak

      Like

    8. Duh kyknya ini ada salah paham, maksdud ane mv dari negara shanghai 😀

      ^%*^$%^#$^%@#*(^)(&*^

      Like

    9. Hhhh… paham juga akhirnya #Loh

      Btw, taukan lagu simajo dibawain HKT di konser mereka, ada pendapat soal ini?

      Like

    10. Ciee, fanboys-nya F4 ngaku XD

      Satu kalimat deh: lagi nulis review Sekai ni wa Ai Shikanai, jadi gak ada waktu buat ngurusi HKT. Dengan kata lain; bodo amat deh, bukan baru sekali ini juga.

      Like

    11. Ane baru liat yg versi HKT, cuma bisa ngelus dada. Kenapa lagu yg bisa bikin ane merinding jadinya murahan gitu, apalagi aransemennya diubah, dimasukin unsur electric atau apalah itu. Baru sekitar 15 detikan langsung ane tutup deh. Ga banget! 15 detik terbuang percuma dari hidup dan kuota ane.

      Like

    12. Dongkol kan? Sama.

      Tapi ya udahlah, grown up, dibikin selow aja. Mau dicover sejelek apapun juga, yang penting gak kolaborasi. Mau perform SiMa jungkir balik kek, Sekai ni pake tombak kek, bodo amat.

      Like

    13. @Mas:

      Ahahaha, sama gan, ane juga dah rela2 download yg 480p, 40mb, eh setalah nonton biki ntepok jidad n langsung delete, kuota ane terbuang sia2…

      Like

    14. @conan
      Nyah…nyah…nyah…udah download, ya. 😂 Ane cuma liat di embedan doang, 15 detik langsung ane tutup browsernya.
      @Mac
      Yg ane ga suka, ini kan lagu signaturenya Keya, jadi bisa dibilang lagu penting banget. Tapi, ya sudahlah, ane juga ga peduli lagi dengan grup itu, kecuali Meru 🙂

      Like

  1. tahun 2016 keyakizaka udah unggul 2-0 dari nogizaka, kaga seru nih, semua lagunya bagus tapi biasa aja nogizaka, keyakizaka single utamanya mengejutkan banget bagusnya dua kali berturut-turut. single pertama semua lagu keyakizaka bagus, kalo single kedua sama keknya penulis lagunya mau fokus ke yang lebih muda…
    tapi nogizaka mutlak menang cantik-cantikan sih… perempuan tercantik di jepang dikumpulin jadi satu

    Like

    1. Ini rivalitas kakak adek yang sebenarnya, sama kaya performance waktu di mana itu, MSte? Gak dicampur, murni sendiri2.

      Tinggal nunggu album tahunan kolaborasi Sakamichi Series ini 🙂

      Like

  2. Single utama summer, Keya > Nogi. LLC maen aman kyaknya di Nogi, dengan jenis lagunya, masih kental Haruijon. Semoga, 16 bisa eksperimen, karena ane sudah bosan sejak ngedrop dari lagu cool dan buat ane merinding kayak Inochi, terus ke TK, Ima, Harujion terus ini yg biasa aja. Untung coupling lumayan, khususnya secret graffiti. Kalo soal visual, karena ane suka semua member Nogi dan istri ane keliatan, ya ga masalah. Tetep seneng liatnya. 😀

    Like

    1. Masih langkah awal ini, center baru, dan ane tangkap beberapa simbol regenerasi di MV ini juga. 16th nanti, ujian bener dah, setelah nandome dan imahana, awas aja kalo jelek.

      Coupling, tinggal lagu sayuringo gundan yang belum keluar kan?

      Like

    2. Itu yg ane nanti, semoga enak dan unik, kayak geng ini. 😀
      Kalo 16, apa mungkin akhir tahun ini? Kalo iya, lagu dark cool kayak inochi bisa muncul tuh, manteb. Ane pengennya sih, lagu kayak Seifuku no manequin, sekai de, hoka no hoshi kara atau keisha suru-nya kojizaka. Nge-beat electric gitu lah atau metal sekalian. Cuma sekali kan, lagu utama genre kayk gini, yg seifuku itu tok. Lainnya terlalu mild.

      Like

    3. Pasti 16th keluar tahun ini lah, paling sekitar november. Soal tipe lagu, ane rasa gak jauh dari ballad tapi jelas, kejutan bakal ditunggu banget.

      Tapi kaya yang agan pernah bilang, untuk single utama jelas mereka gak akan coba2 dan stuck ke purple line Nogi.

      Like

    4. Lagi2 balik ke bisnis, ya. Tapi kalo fandom udah gede, apa mnjmn ga kepikiran bikin sesuatu yg beda. Ada resikonya sih, tapi bisa tertutupi lah sama nama Nogi. Dalam bisnis kan lebih baik jadi pioneer daripada pengekor. Kaya seifuku yg lain banget sama 48, dan buat ane tertarik Nogi dan berkhianat dari 48, trus Inochi juga. Kalo patokan manajemen di harujion, ane bilang itu salah banget. Harujion sukses karena MaiMai grad. Apalagi sekarang udah ada Keya, yg menurut ane rival sebenarnya Nogi. Konsep mereka juga sama, non-kawaii. Sekarang mungkin belum, tapi 2 tahun lagi atau mungkin tahun depan, dengan investasi besar mnjmn ke Keya, (drama, pv, acara2) bisa saja mereka sejajar, apalagi cakupan pasar Keya lebih luas, ga sekedar penggemar idol aja, kan, kalo diliat dari lagunya.
      Kalo soal 16, semoga lagunya sesuai image centernya, ga kayak ini, yg centernya Ashu dengan image uniknya, tapi lagunya beda.

      Like

    5. Mungkin terlalu sulit buat abandon image ojou-sama yang udah terlanjur kuat. Sama untuk keyaki dengan image rebellion. Dan ini nilai minus karena dari segi eksperimen malah bikin kurang. Sama untuk keyaki, sekarang memang masih jadi komoditas panas, tapi katakanlah 5 single berturut2 lagu mereka setipe semua, pasti bikin bosen juga.

      16th, hmmm, terlalu cepat untuk bikin prediksi tapi ane punya harapan sendiri.

      Like

    6. Pasar menentukan produk. Kalo gini, berarti ga sinkron sama yg dikatain Aki-P pas awal Nogi, kalo grup ini ga punya konsep. Keya, image rebellion emang udah terpatri di fans, tapi ini baru awal kan, mungkin aja kayak Nogi dulu, single 1-5 mencari jati diri dan nemu di Kimi no Na wa. Mungkin aja, Keya akan punya image beda dari sekarang setelah beberapa single. Seksi menggoda, mungkin? 😁
      Prediksi 16 ane pusing sendiri, soalnya kayak 15 kemaren, banyak kejadian yg ga disangka2 (Reika, Ringo, Ashu). Jadi, menanti dan menerima aja keputusan mnjmn 😊

      Like

    7. Dalam prosesnya semua bisa terjadi. Naif banget kalo mengharapkan sebuah idol group tanpa konsep bisa bertahan di industri hiburan Jepang. Image seksi buat Keyaki? Banyak yang underage noh XD
      Sementara di nogi banyak mbak-mbak seksi yang cuma dapet satu lagu unit tanpa MV XD

      Menerima keputusan manajemen bulat2? Kalau ini emang terpaksa tapi jangan berharap ane bakal jadi Silent Majority.

      Like

    8. Yang underage paling cuma Te, Aoi, Yone sama Pon, lainnya udah besar2, dan seksi2 (Aka, Dana, Risa, Mona, Nijika, Sugai, Shiori, bahkan Ue yg kayak umur 15 tahun aja bisa bikin deg2an). Yg underage ini juga punya potensi besar untuk keseksiannya, terutama Pon. She has great assets! 😊
      Kalo Nogi, jgn ditanya deh, gudangnya seksi dan cantik disitu, tapi dengan kesempatan terbatas. 😍
      Betul juga, kalo Idol harus punya image, mungkin Aki-P pas ngomong itu, emang dia ga tahu konsep apa buat Nogi sampai akhirnya nemu itu. Atau waktu itu dia lagi kurang ion. 😂
      Kalo image rebel macam Keya ini cocok buat awal2, pas mereka ingin tampil beda dan mendobrak stereotipe Idol atau bahkan mbaknya sendiri, Nogi yg tampil elegan. Ada kemungkinan bisa berubah. Tapi, bisa jadi, ini konsep menarik atau yg dimaksud No Concept sama Aki-p, karena mereka bisa bebas berekspresi, dengan image ini. Ini bisa bikin mereka ga ngebosenin karena selalu “boleh” mencoba hal baru, termasuk seksi dan menggoda 😄
      16, mungkin kita hanya bisa protes lewat doa aja, 😁

      Like

    9. Eh, udah ada review Sekai ni, yg muncul dipikiran ane setelah liat MV ini, 5 orang yg monolog, bisa jadi 5 orang front line di single ke 3. 😁

      Like

    10. Underage juga dari sisi umur grup 😁, ane sih belum mau liat mereka pake konsep sexy, nikmati aja rebellion ini. Lagian Tecchi sebagai face grup masih jauh banget dari itu, tapi kalo mau coba image ‘sexy’ tapi bukan ‘reveal’ sih ane setuju aja. Sexy has it’s own way.

      Doa, dan dukun kalo @conan 😂

      Ya, malah mereka yang kaya front row bukan Mona atau 2 Watanabe…

      Like

  3. yah, menurut ane MV ini fresh. Dan MV terbaik pasca-Inochi. TK, Imahana, Harijuon boring dan monoton. MV dg storyline 3 kali berturut-turut, melankolis dan over melodrama.

    Distribusi screentime Hadashi paling oke setelah Inochi. Kalo masih ada yg ngeluh dan minta pukul rata, sorry, menerut ane kebangetan. Adil emang ga harus sama kan? Adil adl seimbang, dan begitulah adil ala idol grup bekerja. Ada privilege berdasarkan baris. Tapi kalo baris ketiga saga dikasih jatah baru itu ga adil.

    Dari segi konsep, setidaknya ada tiga variasi MV mereka:
    1. Story driven: – kuat unsur drama, tapi minusnya, distribusi screentime ga bakalan merata, backrow cuma jd sekadar extras. Kecuali ada kasus istimewa kayak “welcome back” Miona kemaren.
    2. Dance MV; – inti MV lebih mengedepankan detail dance tanpa berdrama-drama. Inochi dan Manekin. Ada peluang lebih besar untuk menyebar screentime.
    3. MV Live Action dr lirik : menggambarkan isi lagu tanpa porsi drama berlebih. Guru-guru curtain, hashire, dan hadashi masuk kategori ini. Tetap ada pesan dan cerita tapi tidak ada dramatisasi. Screentime juga lebih bisa diatur.

    minus MV Hadashi: scene dance dan beberapa potongan yg agak kasar. Untuk laut-nya ane sih ga ada masalah, toh nyambung dg tone scr keseluruhan. MV ini lebih kerasa summer-nya drpada Hashire, Free n Easy, dan TK

    Untuk MV story driven yg jd ciri khas, kadang jika diulang tanpa jeda malah jd overdue. Girls rule punya warna sendiri, Barette juga khas, Kizukata keren, Nandome keche, tapi pas TK diikuti Imahana, dilanjut Harijuon, udah hilang daya magis-nya. Perlu MV ber-story line dg tipe yg lebih memiliki nuansa baru untuk menghadirkan kembali daya magis mereka yg hilang.

    Like

    1. Idem, tapi jujur deh, karena ini bisa dianggap awal mula era baru, ane ngarep MV yang punya storyline yang bermakna. Kalo cuma gini sih agak nyesel :p

      Soal screentime ane setuju ini udah bagus. Apalagi setelah ane nonton Sekai ni wa ai Shikanai, tunggu reviewnya deh.

      Keseluruhan setuju kalo ini MV bagus, ngasih efek ceria khas summer. Tapi masih belum bisa nyaingin Girl’s Rule kalo buat ane. Untuk Taiyou ane suka scenery-nya sih, meski storyline gak terlalu suka.

      Like

  4. Oh jadi yg buak sesi HS gratis bareng cowok itu Mona ya… baru tau ane…

    “Untuk Neru, meski aku sangat menentang dia masuk senbatsu ditambah that nonsensical kennin thing, aku masih cukup mengerti kenapa dia mendapat bagian monolog kedua” <- akhirnya Neru dimengertiin juga 😀

    Hahaha butiran nasi, sapalah yg makan nasi masih berceceran? 😀

    Liat dance keya yg keren2 + kali ini ada dance payung, jadipengen Keya rilis MV dance version…

    Like

    1. Mirisnya, mungkin satu-satunya bukti kuat keberadaan Mona di front row ya cuma ini, sayang cuma sepersekian detik. Di balik kaca pula -.-

      Karena ane masih belum nangkap sedikitpun soal sistem K & H, ane bikin teori sendiri lah soal tridenté Neru-Tecchi-Zuumin di MV ini.

      Story driven MV dan Dance MV, baru deh selubung misteri bakal terkuak. Pas tokuyama daigoro tamat kali bakal rilis. *ngarep

      Like

  5. Baris ke-3 yg jd backdancer yg lebih ngenes drpd nasib baris ketiga pas Manekin. Extras di Nandome yg diambil dr Under aja lebih kena sorot drpd di MV Sekai. Yah, buruknya distribusi screetime konsekuensi dr konsep MV.

    1. Sumvah, scene nangis Risa ga kreatif. Copas dr CM Mechakari. Gerakannya sama. Kalo emang bener alasannya nangis Risa buat dukung Mona, harusnya ada gaya nangis lain. Variasi nangis kan banyak.
    2. Overall emang masih fokus ke Techi. Tapi distribusi scr umum lebih baik dr SiMajo. Eh, nggak ya? Karena setidaknya di SiMajo pas bagian akhir member baris dan semua kena sorot. Jelas pula wajahnya
    3. Duh, ga sia-sia ne mampir ke lokasi syuting. Sutradaranya langsung tahu kalo ane kakandanya Mona, langsung dicasting dan dikasih peran ala Fahri Ayat-ayat Cinta, pria idaman para wanita. Tapi walau gimana juga diriku tetap milik MonaLion. Duh, tim kreatif MV ini pengertian banget ya…

    di luar itu,
    1. manajemen memanfaatkan bener2 minat publik ke Techi , jd wajar kalo dia dapat screentime dewa, sisanya rakyat jelata. Mereka berharap energi revolusi si Bocah Milenium kembali bekerja di single kedua.
    2. Mumpung masih awal, mereka nge-push Miyu. Untung manajemen ga seasal manajemen grup sebelah, mereka nge-push member yg punya modal dan skill. Jd no complain. Pun demikian dg Akanen dan Habu. Tinggal nunggu aja, apakah berhasil ato tidak. Kalo nggak masuk sepuluh besar, Uemura, Nagasawa, Koike udah ngantri untuk dapat giliran.
    3. Efek dr sukses Techi, udah mulai memicu “kecemburuan”. Ane ada feeling ga enak sama Zuumin. Di balik kemasannya yg cute dan idolish, dia punya aura ambisius. Dia tipe yg emang udah niat banget jd idol.Udah berpengalaman dan udah riset berbagai teknik HS sblm join grup. Dia udah sjk awal ngincer posisi top member. Tidak buruk, dan malah bagus untuk kompetisi. Biar Techi ga jd center absolut, Zuumin-lah kandidat terkuat buat jd contender. Tapi efek samping persaingan adl kurangnya chemistry sbg kawan. Di depan kamera bisa jd pair yg oke, tapi di belakang dia mungkin akan memandang teman-teman segrupnya “hanya” sbg rekan kerja. Seperti Nanase dan Rena Matsui.

    Like

    1. Risiko dari konsep MV dan kebanyakan member di senbatsu.

      1. Ane ngarep Berisa itu gak jadi setipe naachan, dia punya image cool tapi kalo manajemen bersabda, asem dah.
      2. Mending SiMa dong, untuk alasan itu. Ini 3rd row bahkan shoot kaya gitu juga enggak dapet.
      3. Wah selamat deh kalo gitu *simpan revolver XD

      2nd row keyaki justru yang paling keras persaingan, beda sama nogi. Belum sampai tahap kerasnya 30-slot sih, tapi udah mulai kerasa. Front row sih masih relatif aman.

      Nah ini, ane rasa Miyu udah bisa agak dilupain di persaingan, tapi Tecchi-Zuumin, ini bisa jadi dualism yang beda dari Double Suns. Drama rival, bisa jadi?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s